LPMI Universitas Muhammadiyah Mataram Studi Banding ke Unud

Bukit Jimbaran – Universitas Udayana menerima kunjungan Lembaga Penjaminan Mutu Internal (LPMI) Universitas Muhammadiyah Mataram, Rabu (02/08/2017). Tujuan kunjungan  dalam rangka studi banding “Implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI)”. Tim LPMI Universitas Muhammadiyah diterima oleh Kepala Lembaga Pengembangan, Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Univeritas Udayana beserta jajaran di Ruang Bahasa Gedung Rektorat.

Kepala LP3M Unud, Ir. I Nengah Sujaya, M.Sc.,Ph.D dalam sambutannya memperkenalkan sekilas profil universitas. Dilanjutkan dengan pengenalan LP3M yang dipimpinnya mulai dari struktur organisasi sampai program kerja serta output yang sudah dihasilkan.  Lebih lanjut Nengah Sujaya menyampaikan saat ini baru sekitar 34% Program Studi (Prodi) di Unud yang terakreditasi A serta ada beberapa Prodi baru yang masih terakreditasi minimal. Terkait penjaminan mutu di Universitas Udayana, Nengah Sujaya menyampaikan LP3M Unud memiliki peranan dalam merencanakan, melaksanakan dan mengawasi mutu universitas. Menurut Sujaya, komitmen pimpinan menjadi salah satu unsur yang sangat penting dalam pelaksanaan penjaminan mutu di universitas.

(Kunjungan Lembaga Penjaminan Mutu Internal (LPMI) Universitas Muhammadiyah Mataram ke Universitas Udayana bertempat di Ruang Bahasa Gedung Rektorat Kampus Unud Jimbaran)

Dalam pelaksanaan monitoring dan evaluasi, Universitas Udayana menggunakan Quesioner secara online dengan melibatkan mahasiswa, dosen, pegawai dan alumni dalam proses monitoring dan evaluasi (monev) penjaminan mutu. Untuk proses akreditasi LP3M memiliki Tim Pendamping yang ditugaskan untuk mendampingi Prodi dalam pengisian borang BAN-PT. Salah satu isu terkini dalam hal penjaminan mutu adalah plagiat, untuk menangani hal tersebut, LP3M memiliki tugas dalam mengawasi melalui validator dan sistem pencegahan. Dalam upaya pengembangan ke tingkat internasional, universitas melalui LP3M mendorong Prodi yang sudah dua kali meraih status akreditasi A untuk mengikuti akreditasi internasional seperti AUN QA, ABET dan ABEST 21.

Ketua LPMI Universitas Muhammadiyah, Dr. Sri Rejeki, M.Pd dalam kesempatan ini menyampaikan bahwa Tim LPMI baru terbentuk bulan Mei 2017. Semenjak akreditasi universitas (Terakreditasi B) banyak hal baru yang diperoleh sehingga banyak capaian dalam Renstra yang harus dicapai, hal ini yang menjadi latar belakang studi banding ke Unud. Universitas Muhammadiyah mendapat kesempatan bimbingan dari Dikti melalui Kopertis dalam hal penjaminan mutu dan dalam kunjungan ini LPMI ingin mendapatkan informasi terkait pengembangan bank data yang sangat penting dalam proses akreditasi, kebijakan untuk audit mutu internal dan persiapan menghadapi SAPTO (Sistem Akreditasi Perguruan Tinggi Online). Sri Rejeki juga menyampaikan dalam penjaminan mutu, LPMI Universitas Muhamadiyah sudah memiliki 29 standar yang diharapkan dapat membantu dalam proses akreditasi.

Dalam diskusi dibahas tentang pangkalan data yang sering menjadi kendala dalam proses akreditasi. Untuk mengatasi hal tersebut, Universitas Udayana sudah mengembangkan IMISSU (Integrated Management Information System, the Strategic of UNUD) merupakan sistem yang dikembangkan oleh USDI (Unit Sumber Daya Informasi) untuk mengelola data universitas secara online. Disamping pangkalan data juga dibahas mengenai SAPTO yang dalam kesempatan ini disampaikan oleh Dr. Ni Luh Nyoman Seri Malini, SS.M.Hum salah satu asesor BAN-PT dari Universitas Udayana. (HM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *